Adab dan Doa yang Perlu Dihafal Sejak dari Rumah
20 Jul 2026 · Tim Bimbingan
Banyak jamaah datang dengan buku doa tebal, lalu mendapati dirinya tidak sempat membukanya sama sekali di tengah kepadatan tawaf. Yang lebih berguna adalah menghafal sedikit bacaan yang pasti dipakai, dan memahami maknanya sehingga hati ikut hadir ketika mengucapkannya.
Bacaan talbiyah adalah yang pertama. Ia diucapkan sejak berihram dan terus diulang sepanjang perjalanan menuju Masjidil Haram. Kalimatnya pendek dan berirama, dan justru pengulangannya itulah yang menenangkan. Setelah itu, doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, serta bacaan ketika naik ke Shafa dan Marwah.
Selebihnya, tidak ada bacaan yang diwajibkan pada setiap putaran tawaf. Anda boleh berdoa dengan bahasa sendiri, dengan permintaan sendiri. Justru di situlah banyak jamaah merasa ibadahnya paling terasa dekat — ketika ia berbicara kepada Allah dengan kalimat yang benar-benar ia mengerti.
Adabnya sama pentingnya dengan bacaannya. Jangan memaksakan diri mencium Hajar Aswad bila keadaan padat; cukup berisyarat dari kejauhan, dan itu telah mencukupi. Jangan mendorong, jangan menyakiti jamaah lain, dan dahulukan yang lebih lemah. Ibadah yang menyakiti orang lain kehilangan sebagian besar maknanya.
Kami membagikan panduan bacaan kepada setiap jamaah beberapa pekan sebelum keberangkatan, dan mengadakan bimbingan manasik sebelum berangkat. Datanglah, dan bertanyalah sebanyak yang Anda perlukan — tidak ada pertanyaan yang terlalu sederhana untuk ditanyakan di sana.