Persiapan Fisik Sebelum Berangkat Umrah
29 Jul 2026 · Tim Bimbingan
Rangkaian ibadah umrah terdengar singkat di atas kertas: tawaf tujuh putaran, sai tujuh kali bolak-balik. Namun bila dijumlahkan dengan perjalanan dari pemondokan ke Masjidil Haram dan kembali lagi lima kali sehari, sebagian besar jamaah berjalan kaki jauh lebih banyak daripada yang biasa mereka lakukan sehari-hari di tanah air.
Karena itu persiapan fisik sebaiknya dimulai sejak beberapa pekan sebelum keberangkatan, bukan pada hari-hari terakhir. Cara paling sederhana adalah berjalan kaki secara teratur — mulai dari dua puluh menit setiap hari, lalu ditambah perlahan hingga terbiasa berjalan satu jam tanpa merasa berat. Berjalanlah dengan alas kaki yang nanti benar-benar akan Anda pakai di sana, supaya kaki sempat menyesuaikan diri dan lecet tidak muncul justru pada hari pertama tawaf.
Jamaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum berangkat, dan membawa obat rutin dalam jumlah yang cukup untuk seluruh masa perjalanan beserta salinan resepnya. Simpan obat di tas jinjing, bukan di koper yang masuk bagasi — koper bisa terlambat, sementara jadwal minum obat tidak bisa ditunda.
Yang tidak kalah penting adalah tidur. Perbedaan waktu dan padatnya jadwal membuat banyak jamaah kurang istirahat pada hari-hari pertama, dan tubuh yang lelah jauh lebih mudah terserang batuk dan demam di tengah kerumunan. Tidak ada salahnya melewatkan satu kegiatan tambahan demi tidur yang cukup; ibadah wajib jauh lebih utama untuk dijaga.
Bawalah botol minum yang bisa diisi ulang dan biasakan minum sebelum merasa haus. Udara di sana kering, dan tubuh kehilangan cairan tanpa terasa. Sedikit persiapan di rumah membuat Anda menjalani hari-hari di tanah suci dengan tenang, bukan menahan lelah.